Pratikum MEMORI (Psikologi Dasar)
PSIKOLOGI DASAR
Laporan Praktikum
“MEMORI”
Disusun oleh:
Paramita Estikasari
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2012
I. PERMASALAHAN
1.
Untuk
mengetahui definisi memori.
2. Untuk mengetahui proses pembuatan
memori.
3. Untuk mengetahui bagaimana memori
bekerja pada proses mengingat.
4. Untuk mengetahui hal – hal yang mempengaruhi masuknya informasi ke
memori.
5. Membandingkan tingkat kesalahan
informasi antara observed pertama dan kedua ketika dihadapkan pada pasangan
kata – kata tak bermakna, bermakna namun tidak saling berhubungan, dan dengan
kata – kata bermakna yang saling berhubungan sebagai stimulus.
6. Membandingkan tingkat kesalahan
informasi pada observed yang tanpa menggunakan proses latihan( pengulangan)
dengan observed yang melalui latihan.
II. DASAR TEORI
“Memori adalah lemari kaca tempat
khayalan disimpan, peti harta tempat logika dijaga, pintu depan tempat
kesadaraan masuk, dan sekaligus sebuah dewan penasihat bagi pikiran – pikiran kita”.
–St
Basile , (Soslo,
Maclin, M.Kimbberly, 2007)
S
|
eperti itulah St Basil menganalogikan
apa itu memori. Pada dasarnya memori terdiri dari proses dasar pencatatan
informasi dalam sebuah bentuk yang dapat digunakan dalam memori yang disebut
pengodean(encoding), pemeliharan materi yang disebut penyimpanan (storage) dan
penarikan kembali material di dalam penyimpanan memori yang harus ditempatkan
dan dibawa ke kesadaran agar berguna (retrieval) (Fieldman, 2012,hlm 257). Dalam
buku psikologi karangan Carole Wade dan Carol Tavis juga dijelaskan bahwa
memori merujuk pada kemampuan kita memiliki dan mengambil kembali suatu
informasi dan juga adanya struktur yang mendukung kemampuan ini (Psikologi, hlm.54). Ketika stimulus
informasi datang, awalnya akan dicatat oleh sistem sensori dan memasuki memori
sensori yang masa penyimpanan informasinya hanya sesaat. Memori sensoris dibagi menjadi dua yaitu
memori sensoris visual yang disebut memori ikonik (iconc memory) dan prosesnya
berlangsung hanya kurang dari sedetik. Sedangkan versi audionya disebut memori
echoic (echoic memory), dan itu berlangsung sekitar tiga atau empat detik (Boeree,2008).
Informasi kemudian diteruskan ke memori jangka pendek yang masa penyimpanannya hanya selama ±15 hingga
25 detik. Informasi yang tersimpan dalam memori jangka pendek dapat berupa
informasi auditorik, visual atau sematik, tergantung jenis informasi atau jenis
tugas yang dialami seseorang. Ketika stimulus informasi masuk, stimulus ini
akan dikodekan. Namun, kesalahan pada pengodean ini dapat menghambat masuknya
informasi ke memori selanjutnya, yaitu memori jangka panjang. Akhirnya,jenis
memori yang terakhir adalah memori jangka panjang yang bersifat relative
permanen. Memori juga bersifat selektif
: hanya menggambil informasi penting dan melupakan informasi yang tidak penting
selamanya (Wade, Tavis,2008) .Informasi yang masuk dapat bergantung pada
tingkat atensi seseorang terhadap informasi yang ada, interval latihan (pengulangan)
terhadap suatu informasi dan pengalaman seseorang di masa lalu. Untuk
menempatkan informasi dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang
tergantung pada macam dan jumlah latihan materi yang dibawa. Pengulangan
merupakan salah satu teknik penting agar kita mampu menyimpan informasi dalam
memori jangka pendek dan mengingat kembali informasi yang telah disimpan dalam
memori jangka panjang (Wade,Tavis, 2008). Pengulangan informasi bertujuan untuk
mempertahankan keberadaan informasi tersebut dalam memori. Selama informasi
tersebut diulang , informasi tersebut dipelihara dalam memori jangka pendek
sehingga dapat ditransfer ke memori jangka panjang yang bersifat permanen. Dikemukakan
juga bahwa tiga hal paling signifikan yang bisa menggerakkan sesuatu dari
memori jangka pendek menjadi memori jangka panjang adalah pengaturan
(organization), kebermaknaan (meaningfulness), dan perumpamaan (imagery).
Itulah sebabnya lebih mudah mengingat segala hal yang relevan dengan diri, yang
mempunyai makna dan sangat berkesan kepada kita . Selain itu, jika kita bisa
memvisualisasikan informasi tersebut, kita akan mengingatnya dengan lebih baik (Boeree,2008).
Sebuah cara lain untuk meingkatkan memori adalah menggunakan teknik – teknik
yang dirancang untuk meningkatkan penyandian dan memudahkan pengambilan(retrieval)
(Solso, Maclin,M Kimberli ,2007). Namun adanya fenomena – fenomena yang terjadi
pada pemrosesan memori menyebabkan informasi sulit untuk dipanggil kembali,
salah satunya fenomena “tip of tongue”
yaitu ketidakmampuan untuk memanggil kembali informasi yang disadari – hasil
dari kesulitan menarik kembali informasi dari memori jangka panjang (Fieldman,
2012). Adapun factor – factor yang menyebabkan kita lupa adalah kegagalan dalan
penyandian (failure to encode), kemunduran (decay) karena memori yang tidak pernah
digunakan, gangguan (interference), ketergantungan pertanda, represi, amnesia,
alzaimer, dan motivated for forgetting. Adapun gangguan(interference) dibagi
menjadi dua, yaitu interferensi retroaktif karena memori baru yang mengganggu
memori lama dan interferensi proaktif karena memori lama yang mengganggu memori
baru (Wade, Tavis, 2008).
III. BAHAN DAN PERALATAN
a. Daftar pasangan kata – kata sebagai
stimulus
JENIS pertama: pasangan kata – kata
tak bermakna
1.
Par
– sep
2.
Sat
– mal
3.
Kim
– pot
4.
Bas
– rap
5.
Kes
– dar
6.
Sit
– pun
7.
Ram
– sur
8.
Kar
– rab
9.
Tum
– kor
10.
Mid
– rus
JENIS
kedua: pasangan kata – kata bermakna namun tidak saling berhubungan
1.
Mulai
– ayah
2.
Pisau
– surat
3.
Asing
– niat
4.
Gemar
– maksud
5.
Pohon
– makan
6.
Beli
– tidur
7.
Kakak
– tanah
8.
Siap
– watak
9.
Sore
– Negara
10.
Maksud–bangsa
JENIS ketiga : pasangan kata – kata bermakna yang saling
berhubungan
1.
Surat
– pos
2.
Musuh
– racun
3.
Nakal
– hukuman
4.
Ujian
– lulus
5.
Bapak
– ibu
6.
Mencuri
– polisi
7.
Buku
– sekolah
8.
Air
– mancur
9.
Belajar
– pandai
10.
Meja
- kursi
b. lembar jawaban dan alat tulis
c. stop
watch
IV. PROSEDUR EKSPERIMEN
a)
Subyek
duduk pada kursi yang telah disediakan, berhadapan dengan eksperimenter.
b)
Eksperimenter
melakukan pendekatan kepada subyek sehingga suasana tidak terasa kaku dan
menegangkan.
c)
Eksperimenter
membacakan petunjuk untuk mengerjakan tes memori dengan instruksi sebagai
berikut: “Saya akan membacakan 10 pasangan kata. Pembacaan akan dilakukan 5
kali. Tugas anda adalah mendengarkannya dengan seksama dan berusaha
mengingatnya. Anda akan ditanya tentang pasangan kata – kata tersebut”. Daftar
pasangan kata – kata dibacakan dengan nada yang hampir sama, dengan cara jarak
pembacaan tiap pasangan kata adalah 2 detik, dan jarak antara setiap ulangan
adalah 15 detik.
d)
Setelah
diulang 5 kali, subyek istirahat 15 menit dan selama itu subyek diajak bercakap
– cakap sehingga tidak ada kesempatan untuk mengingat materi yang telah
diberikan.
e)
Subyek
diminta kembali duduk berhadapan dengan eksperimenter, dan eksperimenter akan
membacakan pada anda satu kata, dan tugas anda adalah mengatakan pasangannya:
Apabila subyek menjawab benar maka eksperimen langsung diteruskan kepertanyaan
berikutnya, namun apabila jawaban salah maka tunggulah 4 detik untuk memberi
kesempatan mengkoreksi jawaban sebelumnya.
V. HASIL
·
Nama : Iriantika Prihastyanti
·
Umur
: 18 tahun
·
Sexe
: perempuan
·
Pendidikan
: mahasiswa
·
Observed
pertama melakukan uji coba pertama kali. Suasana saat observasi dilakukan
terasa bising,observed juga mengantuk sehingga kurangnya konsentrasi ketika
mendengarkan informasi yang masuk.
·
Observed
hanya mendengarkan, tanpa adanya proses bertanya dan mengulang kata – kata
dengan bisikan untuk dirinya sendiri serta tanpa adanya catatan yang digunakan.
·
Observed
melihat bibir tester saat pembacaan informasi dilakukan.
·
Strategi
observed untuk memasukkan informasi ke dalam memori:
Dengan menggabungkan kata – kata
tersebut menjadi sebuah arti yang berbentuk dan memiliki kemiripan dengan kata
– kata yang ada.
·
Observed
juga berkata bahwa ada beberapa kata yang sudah familier sehingga tidak sulit
untuk mengingatnya.
Daftar kata – kata yang benar dengan :
A= daftar dengan nomor 1 – 3
B= daftar dengan nomor 4 – 7
C= daftar dengan nomor 8 – 10
* berlaku untuk ke 3 jenis pasangan kata,urutan pembacaan kata sesuai
dengan petunjuk huruf
1.
JENIS
A (pasangan kata – kata tak bermakna)
NO
|
KATA - KATA
|
NILAI
|
||
ABC
|
BCA
|
CBA
|
||
1
|
Par – sep
|
√
|
X
|
X
|
2
|
Sat – mal
|
√
|
X
|
√
|
3
|
Kim – pot
|
√
|
√
|
√
|
4
|
Bas – rap
|
√
|
√
|
√
|
5
|
Kes – dar
|
√
|
√
|
√
|
6
|
Sit – pun
|
√
|
√
|
√
|
7
|
Ram – sur
|
√
|
√
|
√
|
8
|
Kar – rab
|
√
|
√
|
√
|
9
|
Tum – kor
|
√
|
√
|
√
|
10
|
Mid – rus
|
√
|
X
|
X
|
ABC :
benar 10
BCA :
benar 7
CBA :
benar 8
2. JENIS B (bermakna namun tidak saling
berhubungan)
NO
|
KATA - KATA
|
NILAI
|
||
ABC
|
BCA
|
CBA
|
||
1
|
Mulai – ayah
|
√
|
√
|
√
|
2
|
Pisau – surat
|
√
|
√
|
√
|
3
|
Asing – niat
|
√
|
√
|
√
|
4
|
Gemar – maksud
|
X
|
√
|
X
|
5
|
Pohon – makan
|
√
|
√
|
√
|
6
|
Beli – tidur
|
X
|
X
|
√
|
7
|
Kakak – tanah
|
√
|
√
|
√
|
8
|
Siap – watak
|
X
|
X
|
X
|
9
|
Sore – Negara
|
√
|
√
|
√
|
10
|
Maksud – bangsa
|
√
|
√
|
√
|
ABC :benar
7
BCA :benar
8
CBA :benar
8
3. JENIS C (dengan kata – kata bermakna
yang saling berhubungan sebagai stimulus
NO
|
KATA - KATA
|
NILAI
|
||
ABC
|
BCA
|
CBA
|
||
1
|
Surat – pos
|
√
|
√
|
√
|
2
|
Musuh – racun
|
√
|
√
|
√
|
3
|
Nakal – hukuman
|
√
|
√
|
√
|
4
|
Ujian – lulus
|
√
|
√
|
√
|
5
|
Bapak – ibu
|
√
|
√
|
√
|
6
|
Mencuri – polisi
|
√
|
√
|
√
|
7
|
Buku – sekolah
|
√
|
√
|
√
|
8
|
Air – mancur
|
√
|
√
|
√
|
9
|
Belajar – pandai
|
X
|
√
|
√
|
10
|
Meja - kursi
|
√
|
√
|
√
|
ABC :benar
9
BCA :benar
10
CBA :benar
10
Observed ke 2
·
Nama : Paramita Estikasari
·
Sexe : perempuan
·
Umur : 18 tahun
·
Pendidikan :mahasiswa
·
Telah
melalui latihan dan pengulangan sebelumnya karena observed ke-2 melakukan uji
coba setelah melakukan uji coba dengan membacakan informasi pasangan kata ke
observed pertama.
·
Dalam
suasana yang bising, kurang konsentrasi.
·
Strategi
observed untuk memasukkan informasi ke dalam memori:
Dengan menggunakan emosi dan peristiwa
pengalaman masa lalu mengenai kata yang pernah didengar sebelumnya.
Menggabungkan kata – kata tersebut sehingga memiliki suatu arti, dan dengan
membuat setiap kata melakukan aksi terhadap kata yang menjadi pasangannya
sehingga kata – kata tersebut saling berkesinambungan
·
.
Observed juga berkata bahwa ada beberapa kata yang sudah familier sehingga
tidak sulit untuk mengingatnya.
Daftar kata – kata yang benar dengan :
A= daftar dengan nomor 1 – 3
B= daftar dengan nomor 4 – 7
C= daftar dengan nomor 8 – 10
* berlaku untuk ke 3 jenis pasangan kata,urutan pembacaan kata sesuai
dengan petunjuk huruf
1.
JENIS
A (pasangan kata – kata tak bermakna)
NO
|
KATA - KATA
|
NILAI
|
||
ABC
|
BCA
|
CBA
|
||
1
|
Par – sep
|
√
|
V
|
√
|
2
|
Sat – mal
|
√
|
v
|
√
|
3
|
Kim – pot
|
√
|
√
|
√
|
4
|
Bas – rap
|
√
|
√
|
√
|
5
|
Kes – dar
|
√
|
√
|
√
|
6
|
Sit – pun
|
√
|
√
|
√
|
7
|
Ram – sur
|
√
|
√
|
√
|
8
|
Kar – rab
|
√
|
√
|
√
|
9
|
Tum – kor
|
√
|
X
|
√
|
10
|
Mid – rus
|
X
|
X
|
X
|
ABC :
benar 9
BCA :
benar 8
CBA :
benar 9
2. JENIS B (bermakna namun tidak saling
berhubungan)
NO
|
KATA - KATA
|
NILAI
|
||
ABC
|
BCA
|
CBA
|
||
1
|
Mulai – ayah
|
√
|
√
|
√
|
2
|
Pisau – surat
|
√
|
√
|
√
|
3
|
Asing – niat
|
√
|
√
|
√
|
4
|
Gemar – maksud
|
√
|
X
|
√
|
5
|
Pohon – makan
|
√
|
√
|
X
|
6
|
Beli – tidur
|
√
|
√
|
√
|
7
|
Kakak – tanah
|
√
|
√
|
√
|
8
|
Siap – watak
|
X
|
√
|
√
|
9
|
Sore – Negara
|
√
|
√
|
√
|
10
|
Maksud – bangsa
|
√
|
√
|
√
|
ABC :benar
9
BCA :benar
9
CBA :benar
9
3. JENIS C (dengan kata – kata bermakna
yang saling berhubungan sebagai stimulus)
NO
|
KATA - KATA
|
NILAI
|
||
ABC
|
BCA
|
CBA
|
||
1
|
Surat – pos
|
√
|
√
|
√
|
2
|
Musuh – racun
|
√
|
√
|
√
|
3
|
Nakal – hukuman
|
√
|
√
|
√
|
4
|
Ujian – lulus
|
√
|
√
|
√
|
5
|
Bapak – ibu
|
√
|
√
|
√
|
6
|
Mencuri – polisi
|
√
|
√
|
√
|
7
|
Buku – sekolah
|
√
|
√
|
√
|
8
|
Air – mancur
|
√
|
√
|
√
|
9
|
Belajar – pandai
|
√
|
√
|
√
|
10
|
Meja - kursi
|
√
|
√
|
√
|
ABC :benar
10
BCA :benar
10
CBA :benar
10
VI. PEMBAHASAN
Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya
pada bab II mengenai Dasar Teori, para psikolog dan peneliti telah
mendefinisikan beberapa pengertian mengenai definisi memori. Dari beberapa
teori yang telah dijelaskan kita dapat mengambil kesimpulan bahwa memori adalah
proses pengodean , penyimpanan, dan pengambilan kembali informasi yang didukung
oleh struktur yang ada pada diri manusia. Agar kita dapat mengingat informasi
dengan baik, kita harus melakukan proses penyandian dengan tepat sehingga
informasi tersebut dapat disampaikan dengan baik ke memori jangka panjang yang
relative permanen.
Proses
mengingat (sering disebut mendapatkan kembali informasi (retrieval) dalam
literature penelitian) berasal dari dua bentuk: penyebutan kembali (recall) dan
pengakuan (recognition) (Boeree,2008). Proses mengingat pada observed pertama
diawali ketika Irtik (observed pertama) mendengarkan stimulus informasi untuk pertama
kali. Terlihat bahwa ia melihat dan mendengarkan baik – baik apa yang tester
ucapkan, sehingga pemusatan dan attensi benar – benar diarahkan pada tester.
Ketika pemberian informasi mencapai pengulangan ke 4 dan ke 5 terlihat bahwa
observed mulai rileks dan attensi untuk medengarkan informasi berkurang.
Memberi perhatian khusus (atensi) pada stimulus ini mungkin terdengar klise,
namun sangat membantu kita dalam mengingat informasi jauh lebih baik karena
seringkali kita gagal mengingat kembali karena kita tidak pernah menyandikan
informasi secara sungguh – sungguh (Wide, Tavis, 2008). Observed mengatakan bahwa ada hal – hal yang menyebabkan informasi
yang disampaikan sulit untuk diingat kembali yaitu ketika suasana menjadi
bising, diikuti observed yang mengantuk
(adanya gangguan/ interference) sehingga kurangnya konsentrasi ketika
mendengarkan informasi yang masuk. Sulitnya informasi untuk diingat kembali
seperti yang dialami oleh Irtik terlihat ketika adanya kesalahan dalam hasil
observasi yang ditunjukkan pada jumlah kata yang benar pada “hasil pengamatan”;
Par – sep (salah untuk kedua kalinya), Beli – tidur
(salah untuk kedua kalinya). Terdapat beberapa bagian yang salah ketika
tester mencoba untuk mengetes observed tentang informasi yang telah
disampaikan. Namun, Irtik juga memiliki strategi khusus agar informasi dapat masuk
ke memori jangka panjang ,metode mnemonics, berbagai trik dan strategi untuk
meningkatkan kemampuan mengingat dengan mengurangi jumlah informasi kemudian
diubah menjadi chucking (Wide, Tavis, 2008). Ketika pengulangan terjadi, Irtik tidak
hanya mendengarkan tetapi juga
menggabungkan kata – kata yang saling berpasangan tersebut menjadi
sebuah arti yang berbentuk dan memiliki kemiripan kata – kata. Inilah yang disebut chunk bahwa kemampuan memori jangka
pendek sesungguhnya terdiri dari beberapa bongkahan memori, bukan terdiri dari
beberapa potong informasi. Dengan mengelompokkan potongan – potongan kecil
informasi menjadi unit – unit yang lebih besar dan berarti, kita bisa mengingat
informasi tersebut lebih baik (Wide, Tavis, 2008). Kita bisa mengetahui bahwa Irik
menggunakan Sandi Auditorik sebagai
strategi untuk mengingat , yaitu penyandian kata – kata berupa stimulus suara
dalam memori jangka pendek untuk selanjutnya di teruskan ke memori jangka
panjang (Solso, Maclin,M Kimberli,2007). Diantara
ketiga jenis kata, observer mengatakan bahwa golongan kata ketigalah yang
paling mudah diingat karena adanya hubungan antara kata yang berpasangan. Hal
ini juga didukung dengan mudahnya kata – kata tersebut untuk digabungakan
karena telah memiliki arti yang tidak asing bagi observed. Kata – kata tersebut
juga lebih familier bagi observed
ketimbang kata yang tak bermakna, atau
bermakna tapi tidak berhubungan. Mudahnya pemanggilan informasi khususnya
pemanggilan informasi pada jenis kata ketiga terlihat dari hasil observasi ketiga
jenis kata yang diujikan menunjukkan hasil yang paling baik pada jenis kata
ketiga daripada jenis kata pertama dan kedua. Adanya kata yang saling
berhubungan dan pengaruh pengalaman masa lalu telah membantu dan memudahkan
observed untuk mengingat kembali informasi tersebut (Fieldman, 2012) .
Lain
halnya dengan observed ke-2
Observed ke-2 melakukan tes ketika pembacaan
informasi pada observed pertama telah selesei dilakukan. Suasana yang dialami
oleh observed ke-2 sama halnya dengan yang dialami oleh observed pertama, dalam
keadaan bising sehingga kurangnya konsentrasi. Adanya fenomena Proaktive inhibition, fenomena ketika
kemampuan mengingat dihambat oleh adanya hubungan sematik antara daftar yang
sedang diingat dengan daftar sebelumnya juga menyebabkan observed kesulitan
mengingat pasangan kata tersebut. Hal itu juga mempengaruhi ingatan pada
informasi sebelumnya (Solso, Maclin,M Kimberli,2007).Observed juga mengalami
fenomena “tip of tongue” yaitu ketidakmampuan untuk memanggil kembali informasi
yang disadari – hasil dari kesulitan menarik kembali informasi dari memori
jangka panjang (Fieldman, 2012). TOT
menyebabkan observed dapat mengingat aspek dari item tersebut , namun
melupakan identitas utama item (Brown, 1991, Schware,1990) . Diantara ketiga
jenis kata, observed ke-2 juga berpendapat bahwa pasangan kata yang mudah
diingat adalah golongan ketiga karena pasangan kata tersebut memiliki makna dan
saling berhubungan, kata seperti bapak – ibu, air- mancur. Pasangan kata
tersebut adalah kata yang terasa familier ditelinga observed karena adanya
pengalaman dimasa lalu yang telah dipelajari sebelumnya (Fieldman, 2012) . Hal
– hal yang menyebabkan observed ke-2 lupa pada informasi yang disampaikan
adalah karena kurangnya attensi ketika informasi tersebut dibacakan (Wide,
Tavis, 2008). Observed ke-2 menggunakan strategi untuk mengingat informasi
tersebut menggunakan emosi. Saat itu observed pertama memang mengalami masalah
dengan kakaknya sehingga ketika ada pasangan kata yang menjurus pada “kakak” –
kemudian “tanah” observed menggunakan emosi kemarahannya untuk mengingat kata
tanah itu dengan mudah. Suatu informasi memang akan lebih mudah diingat apabila
ada emosi yang menyertainya, ini karena emosi berhubungan langsung dengan
amigdala yang cara kerjanya mengevaluasi informasi sensorik dan dengan cepat
menentukan kemampuan emosionalnya (Wide, Tavis, 2008). Observed ke-2 juga
menggunakan suatu aksi pada kata pertama untuk diberikan pada pasangan katanya,
sebagai contoh “pisau” – “surat”, observed mengumpamakan pisau yang memberikan
suatu aksi dengan memotong – motong surat tersebut. Pada jenis kata pertama dan
kedua memang terasa sulit diingat karena kurangnya kekoherensian antara
pasangan kata tersebut, sehingga cukup sulit untuk menggabungkan kedua pasangan
kata menjadi sebuah arti yang mudah diingat. Namun hal yang menarik disini
adalah bahwa observed kedua telah mengalami proses latihan dan
pengulangan(rehearsal) sebelumnya karena terlebih dahulu telah melakukan tes
pada observed pertama. Observed kedua menunjukkan hasil keseluruhan yang jauh
lebih memuaskan daripada hasil yang didapat oleh observed pertama karena adanya proses latihan ini. Hal
ini membuktikan bahwa pengulangan dan proses belajar sangat berpengaruh pada
tingkat penyampaian dan pemanggilan kembali informasi dari memori jangka panjang
(Solso, Maclin,M Kimberli,2007).
V. KEGUNAAN SEHARI – HARI
Setelah mengetahui bahwa proses penyampaian informasi
sangat penting dan merupakan salahsatu hal yang vital bagi kita, tentu kita
akan bisa belajar banyak dari fungsi –
fungsi memori sehingga dapat kita mengambil keuntungannya dalam kehidupan
sehari – hari.
·
Karena
memori bersifat selektif : hanya menggambil informasi penting dan melupakan
informasi yang tidak penting selamanya (Wide, Tavis, 2008).. Hal ini sangat
membantu kita dalam kehidupan sehari – hari. Bayangkan ketika segala macam
stimulus informasi yang ada di sekitar kita harus mengalami pengodean dan
dimasukan ke memori jangka panjang, maka informasi penting yang harus kita
ingat akan bercampur dengan informasi yang tidak berguna sehingga pemanggilan
kembali informasi yang penting akan berlangsung sangat lama.
·
Adanya
memori juga membantu kita melakukan semua kegiatan sehari – hari seperti makan,
tidur, mengingat nama orang, mengingat tempat, suatu kejadian menyenangkan, dan
hal – hal vital seperi buang air (Fieldman,
2012).
·
Kemampuan
memori untuk melupakan informasi juga dirasa penting. Hal – hal yang menyakitkan, menakutkan atau ingatan
traumatis yang pernah kita rasakan tentu saja ingin kita lupakan (motivated
forgetting) (Wide, Tavis, 2008). . Ketika informasi tidak menyenangkan ini
dapat kita lupakan, kita tidak akan merasa terbebani dengan informasi –
informasi tersebut.
VI. REFERENSI
Fieldman, Robert S.Pengantar Psikologi.Jakarta: Salemba
Humanika,2012.
Solsso, L Robert, dkk.Psikologi Kognitif.Jakarta:Erlangga,2007.
Wade, Carole, Carol Tavris.2008. Psikologi.Jakarta:Erlangga,2008.
Boeree, C. George.General Psychology:Psikologi Kepribadian, Persepsi, Kognisi, Emosi,
& Perilaku/C. Georde Boeree.Jakarta:Prismasophie,2008.
Komentar
Posting Komentar