Pratikum MEMORI (Psikologi Dasar)


PSIKOLOGI DASAR
Laporan Praktikum
“MEMORI”






Disusun oleh:
Paramita Estikasari


UNIVERSITAS DIPONEGORO
2012




I. PERMASALAHAN

1.        Untuk mengetahui definisi memori.
2.      Untuk mengetahui proses pembuatan memori.
3.       Untuk mengetahui bagaimana memori bekerja pada proses mengingat.
4.      Untuk mengetahui hal – hal  yang mempengaruhi masuknya informasi ke memori.
5.      Membandingkan tingkat kesalahan informasi antara observed pertama dan kedua ketika dihadapkan pada pasangan kata – kata tak bermakna, bermakna namun tidak saling berhubungan, dan dengan kata – kata bermakna yang saling berhubungan sebagai stimulus.
6.      Membandingkan tingkat kesalahan informasi pada observed yang tanpa menggunakan proses latihan( pengulangan) dengan observed yang melalui latihan.





















II. DASAR TEORI
“Memori adalah lemari kaca tempat khayalan disimpan, peti harta tempat logika dijaga, pintu depan tempat kesadaraan masuk, dan sekaligus sebuah dewan penasihat bagi pikiran – pikiran kita”.
 St Basile , (Soslo, Maclin, M.Kimbberly, 2007)
S
eperti itulah St Basil menganalogikan apa itu memori. Pada dasarnya memori terdiri dari proses dasar pencatatan informasi dalam sebuah bentuk yang dapat digunakan dalam memori yang disebut pengodean(encoding), pemeliharan materi yang disebut penyimpanan (storage) dan penarikan kembali material di dalam penyimpanan memori yang harus ditempatkan dan dibawa ke kesadaran agar berguna (retrieval) (Fieldman, 2012,hlm 257). Dalam buku psikologi karangan Carole Wade dan Carol Tavis juga dijelaskan bahwa memori merujuk pada kemampuan kita memiliki dan mengambil kembali suatu informasi dan juga adanya struktur yang mendukung kemampuan ini (Psikologi, hlm.54). Ketika stimulus informasi datang, awalnya akan dicatat oleh sistem sensori dan memasuki memori sensori yang masa penyimpanan informasinya hanya sesaat.  Memori sensoris dibagi menjadi dua yaitu memori sensoris visual yang disebut memori ikonik (iconc memory) dan prosesnya berlangsung hanya kurang dari sedetik. Sedangkan versi audionya disebut memori echoic (echoic memory), dan itu berlangsung sekitar tiga atau empat detik (Boeree,2008). Informasi kemudian diteruskan ke memori jangka pendek yang  masa penyimpanannya hanya selama ±15 hingga 25 detik. Informasi yang tersimpan dalam memori jangka pendek dapat berupa informasi auditorik, visual atau sematik, tergantung jenis informasi atau jenis tugas yang dialami seseorang. Ketika stimulus informasi masuk, stimulus ini akan dikodekan. Namun, kesalahan pada pengodean ini dapat menghambat masuknya informasi ke memori selanjutnya, yaitu memori jangka panjang. Akhirnya,jenis memori yang terakhir adalah memori jangka panjang yang bersifat relative permanen. Memori juga  bersifat selektif : hanya menggambil informasi penting dan melupakan informasi yang tidak penting selamanya (Wade, Tavis,2008) .Informasi yang masuk dapat bergantung pada tingkat atensi seseorang terhadap informasi yang ada, interval latihan (pengulangan) terhadap suatu informasi dan pengalaman seseorang di masa lalu. Untuk menempatkan informasi dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang tergantung pada macam dan jumlah latihan materi yang dibawa. Pengulangan merupakan salah satu teknik penting agar kita mampu menyimpan informasi dalam memori jangka pendek dan mengingat kembali informasi yang telah disimpan dalam memori jangka panjang (Wade,Tavis, 2008). Pengulangan informasi bertujuan untuk mempertahankan keberadaan informasi tersebut dalam memori. Selama informasi tersebut diulang , informasi tersebut dipelihara dalam memori jangka pendek sehingga dapat ditransfer ke memori jangka panjang yang bersifat permanen. Dikemukakan juga bahwa tiga hal paling signifikan yang bisa menggerakkan sesuatu dari memori jangka pendek menjadi memori jangka panjang adalah pengaturan (organization), kebermaknaan (meaningfulness), dan perumpamaan (imagery). Itulah sebabnya lebih mudah mengingat segala hal yang relevan dengan diri, yang mempunyai makna dan sangat berkesan kepada kita . Selain itu, jika kita bisa memvisualisasikan informasi tersebut, kita akan mengingatnya dengan lebih baik (Boeree,2008). Sebuah cara lain untuk meingkatkan memori adalah menggunakan teknik – teknik yang dirancang untuk meningkatkan penyandian dan memudahkan pengambilan(retrieval) (Solso, Maclin,M Kimberli ,2007). Namun adanya fenomena – fenomena yang terjadi pada pemrosesan memori menyebabkan informasi sulit untuk dipanggil kembali, salah satunya fenomena “tip of tongue” yaitu ketidakmampuan untuk memanggil kembali informasi yang disadari – hasil dari kesulitan menarik kembali informasi dari memori jangka panjang (Fieldman, 2012). Adapun factor – factor yang menyebabkan kita lupa adalah kegagalan dalan penyandian (failure to encode), kemunduran (decay) karena memori yang tidak pernah digunakan, gangguan (interference), ketergantungan pertanda, represi, amnesia, alzaimer, dan motivated for forgetting. Adapun gangguan(interference) dibagi menjadi dua, yaitu interferensi retroaktif karena memori baru yang mengganggu memori lama dan interferensi proaktif karena memori lama yang mengganggu memori baru (Wade, Tavis, 2008).





III. BAHAN DAN PERALATAN

a. Daftar pasangan kata – kata sebagai stimulus

JENIS pertama: pasangan kata – kata tak bermakna

1.                                   Par – sep
2.                                 Sat – mal
3.                                  Kim – pot
4.                                 Bas – rap
5.                                 Kes – dar
6.                        Sit – pun
7.                        Ram – sur
8.                        Kar – rab
9.                        Tum – kor
10.                     Mid – rus


JENIS kedua: pasangan kata – kata bermakna namun tidak saling berhubungan

1.                                   Mulai – ayah
2.                                 Pisau – surat
3.                                  Asing – niat
4.                                 Gemar – maksud
5.                                 Pohon – makan
6.                     Beli – tidur
7.                     Kakak – tanah
8.                     Siap – watak
9.                     Sore – Negara
10.                  Maksud–bangsa


JENIS ketiga : pasangan kata – kata bermakna yang saling berhubungan

1.                                   Surat – pos
2.                                 Musuh – racun
3.                                  Nakal – hukuman
4.                                 Ujian – lulus
5.                                 Bapak – ibu
6.                     Mencuri – polisi
7.                     Buku – sekolah
8.                     Air – mancur
9.                     Belajar – pandai
10.                  Meja - kursi

b. lembar jawaban dan alat tulis
c. stop watch






IV. PROSEDUR EKSPERIMEN

a)                                Subyek duduk pada kursi yang telah disediakan, berhadapan dengan eksperimenter.
b)                                Eksperimenter melakukan pendekatan kepada subyek sehingga suasana tidak terasa kaku dan menegangkan.
c)                                 Eksperimenter membacakan petunjuk untuk mengerjakan tes memori dengan instruksi sebagai berikut: “Saya akan membacakan 10 pasangan kata. Pembacaan akan dilakukan 5 kali. Tugas anda adalah mendengarkannya dengan seksama dan berusaha mengingatnya. Anda akan ditanya tentang pasangan kata – kata tersebut”. Daftar pasangan kata – kata dibacakan dengan nada yang hampir sama, dengan cara jarak pembacaan tiap pasangan kata adalah 2 detik, dan jarak antara setiap ulangan adalah 15 detik.
d)                                Setelah diulang 5 kali, subyek istirahat 15 menit dan selama itu subyek diajak bercakap – cakap sehingga tidak ada kesempatan untuk mengingat materi yang telah diberikan.
e)                                Subyek diminta kembali duduk berhadapan dengan eksperimenter, dan eksperimenter akan membacakan pada anda satu kata, dan tugas anda adalah mengatakan pasangannya: Apabila subyek menjawab benar maka eksperimen langsung diteruskan kepertanyaan berikutnya, namun apabila jawaban salah maka tunggulah 4 detik untuk memberi kesempatan mengkoreksi jawaban sebelumnya.









V. HASIL

·         Nama               : Iriantika Prihastyanti
·         Umur               : 18 tahun
·         Sexe                 : perempuan
·         Pendidikan     : mahasiswa
·                        Observed pertama melakukan uji coba pertama kali. Suasana saat observasi dilakukan terasa bising,observed juga mengantuk sehingga kurangnya konsentrasi ketika mendengarkan informasi yang masuk.
·                        Observed hanya mendengarkan, tanpa adanya proses bertanya dan mengulang kata – kata dengan bisikan untuk dirinya sendiri serta tanpa adanya catatan yang digunakan.
·                        Observed melihat bibir tester saat pembacaan informasi dilakukan.
·                        Strategi observed untuk memasukkan informasi ke dalam memori:
Dengan menggabungkan kata – kata tersebut menjadi sebuah arti yang berbentuk dan memiliki kemiripan dengan kata – kata yang ada.
·                        Observed juga berkata bahwa ada beberapa kata yang sudah familier sehingga tidak sulit untuk mengingatnya.

Daftar kata – kata yang benar dengan :

A= daftar dengan nomor 1 – 3
B= daftar dengan nomor 4 – 7
C= daftar  dengan nomor 8 – 10
* berlaku untuk ke 3 jenis  pasangan kata,urutan pembacaan kata sesuai dengan petunjuk huruf





1.        JENIS A (pasangan kata – kata tak bermakna)
NO
KATA - KATA
NILAI
ABC
BCA
CBA
1
Par – sep
  √
 X
 X
2
Sat – mal
  √
 X
  √
3
Kim – pot
  √
  √
  √
4
Bas – rap
  √
  √
  √
5
 Kes – dar
  √
  √
  √ 
6
Sit – pun
  √ 
  √
  √
7
Ram – sur
  √
  √
  √
8
Kar – rab
  √
  √
  √
9
 Tum – kor
  √
  √
 √ 
10
 Mid – rus
  √
 X
 X

ABC                  : benar 10
BCA                  : benar 7
CBA                  : benar 8

2.      JENIS B (bermakna namun tidak saling berhubungan)
NO
KATA - KATA
NILAI
ABC
BCA
CBA
1
Mulai – ayah
 √
  √
  √
2
Pisau – surat
  √
  √
  √
3
Asing – niat
  √
  √
  √
4
Gemar – maksud
 X
  √
 X
5
Pohon – makan
  √
  √
  √
6
Beli – tidur
 X
 X
  √
7
Kakak – tanah
  √
  √
  √
8
Siap – watak
 X
 X
 X
9
Sore – Negara
  √
  √
  √
10
Maksud – bangsa
  √
  √
  √

ABC                  :benar 7
BCA                  :benar 8
CBA                  :benar 8




3.       JENIS C (dengan kata – kata bermakna yang saling berhubungan sebagai stimulus
NO
KATA - KATA
NILAI
ABC
BCA
CBA
1
Surat – pos
  √
  √
  √
2
Musuh – racun
 √
 √
 √
3
Nakal – hukuman
 √ 
 √ 
 √ 
4
Ujian – lulus
  √
  √
  √
5
Bapak – ibu
  √
  √
  √
6
Mencuri – polisi
  √
  √
  √
7
Buku – sekolah
  √
  √
  √
8
 Air – mancur
  √
  √
  √
9
Belajar – pandai
 X
 √
 √
10
Meja - kursi
 √
 √
 √

ABC                  :benar 9
BCA                  :benar 10
CBA                  :benar 10

Observed ke 2

·                     Nama               : Paramita Estikasari
·                     Sexe                 : perempuan
·                     Umur               : 18 tahun
·                     Pendidikan     :mahasiswa
·                     Telah melalui latihan dan pengulangan sebelumnya karena observed ke-2 melakukan uji coba setelah melakukan uji coba dengan membacakan informasi pasangan kata ke observed pertama.
·                     Dalam suasana yang bising, kurang konsentrasi.
·                     Strategi observed untuk memasukkan informasi ke dalam memori:
Dengan menggunakan emosi dan peristiwa pengalaman masa lalu mengenai kata yang pernah didengar sebelumnya. Menggabungkan kata – kata tersebut sehingga memiliki suatu arti, dan dengan membuat setiap kata melakukan aksi terhadap kata yang menjadi pasangannya sehingga kata – kata tersebut saling berkesinambungan
·                     . Observed juga berkata bahwa ada beberapa kata yang sudah familier sehingga tidak sulit untuk mengingatnya.

Daftar kata – kata yang benar dengan :
A= daftar dengan nomor 1 – 3
B= daftar dengan nomor 4 – 7
C= daftar  dengan nomor 8 – 10
* berlaku untuk ke 3 jenis  pasangan kata,urutan pembacaan kata sesuai dengan petunjuk huruf

1.        JENIS A (pasangan kata – kata tak bermakna)
NO
KATA - KATA
NILAI
ABC
BCA
CBA
1
Par – sep
  √
 V
  √
2
Sat – mal
  √
 v
  √
3
Kim – pot
  √
  √
  √
4
Bas – rap
  √
  √
  √
5
 Kes – dar
  √
  √
  √ 
6
Sit – pun
  √ 
  √
  √
7
Ram – sur
  √
  √
  √
8
Kar – rab
  √
  √
  √
9
 Tum – kor
  √
  X
 √ 
10
 Mid – rus
  X
 X
 X

ABC                  : benar 9
BCA                  : benar 8
CBA                  : benar 9










2.      JENIS B (bermakna namun tidak saling berhubungan)
NO
KATA - KATA
NILAI
ABC
BCA
CBA
1
Mulai – ayah
 √
  √
  √
2
Pisau – surat
  √
  √
  √
3
Asing – niat
  √
  √
  √
4
Gemar – maksud
   √
  X
   √
5
Pohon – makan
  √
  √
  X
6
Beli – tidur
  √
   √
  √
7
Kakak – tanah
  √
  √
  √
8
Siap – watak
 X
   √
   √
9
Sore – Negara
  √
  √
  √
10
Maksud – bangsa
  √
  √
  √


ABC                  :benar 9
BCA                  :benar 9
CBA                  :benar 9

3.       JENIS C (dengan kata – kata bermakna yang saling berhubungan sebagai stimulus)
NO
KATA - KATA
NILAI
ABC
BCA
CBA
1
Surat – pos
  √
  √
  √
2
Musuh – racun
 √
 √
 √
3
Nakal – hukuman
 √ 
 √ 
 √ 
4
Ujian – lulus
  √
  √
  √
5
Bapak – ibu
  √
  √
  √
6
Mencuri – polisi
  √
  √
  √
7
Buku – sekolah
  √
  √
  √
8
 Air – mancur
  √
  √
  √
9
Belajar – pandai
 √
 √
 √
10
Meja - kursi
 √
 √
 √

ABC                  :benar 10
BCA                  :benar 10
CBA                  :benar 10
VI. PEMBAHASAN

      Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya pada bab II mengenai Dasar Teori, para psikolog dan peneliti telah mendefinisikan beberapa pengertian mengenai definisi memori. Dari beberapa teori yang telah dijelaskan kita dapat mengambil kesimpulan bahwa memori adalah proses pengodean , penyimpanan, dan pengambilan kembali informasi yang didukung oleh struktur yang ada pada diri manusia. Agar kita dapat mengingat informasi dengan baik, kita harus melakukan proses penyandian dengan tepat sehingga informasi tersebut dapat disampaikan dengan baik ke memori jangka panjang yang relative permanen.
      Proses mengingat (sering disebut mendapatkan kembali informasi (retrieval) dalam literature penelitian) berasal dari dua bentuk: penyebutan kembali (recall) dan pengakuan (recognition) (Boeree,2008). Proses mengingat pada observed pertama diawali ketika Irtik (observed pertama) mendengarkan stimulus informasi untuk pertama kali. Terlihat bahwa ia melihat dan mendengarkan baik – baik apa yang tester ucapkan, sehingga pemusatan dan attensi benar – benar diarahkan pada tester. Ketika pemberian informasi mencapai pengulangan ke 4 dan ke 5 terlihat bahwa observed mulai rileks dan attensi untuk medengarkan informasi berkurang. Memberi perhatian khusus (atensi) pada stimulus ini mungkin terdengar klise, namun sangat membantu kita dalam mengingat informasi jauh lebih baik karena seringkali kita gagal mengingat kembali karena kita tidak pernah menyandikan informasi secara sungguh – sungguh (Wide,  Tavis, 2008).  Observed mengatakan  bahwa ada hal – hal yang menyebabkan informasi yang disampaikan sulit untuk diingat kembali yaitu ketika suasana menjadi bising, diikuti observed yang mengantuk  (adanya gangguan/ interference) sehingga kurangnya konsentrasi ketika mendengarkan informasi yang masuk. Sulitnya informasi untuk diingat kembali seperti yang dialami oleh Irtik terlihat ketika adanya kesalahan dalam hasil observasi yang ditunjukkan pada jumlah kata yang benar pada “hasil pengamatan”; Par – sep (salah untuk kedua kalinya), Beli – tidur (salah untuk kedua kalinya). Terdapat beberapa bagian yang salah ketika tester mencoba untuk mengetes observed tentang informasi yang telah disampaikan. Namun, Irtik juga memiliki strategi khusus agar informasi dapat masuk ke memori jangka panjang ,metode mnemonics, berbagai trik dan strategi untuk meningkatkan kemampuan mengingat dengan mengurangi jumlah informasi kemudian diubah menjadi chucking (Wide, Tavis, 2008). Ketika pengulangan terjadi, Irtik tidak hanya mendengarkan tetapi juga  menggabungkan kata – kata yang saling berpasangan tersebut menjadi sebuah arti yang berbentuk dan memiliki kemiripan  kata – kata. Inilah yang disebut chunk bahwa kemampuan memori jangka pendek sesungguhnya terdiri dari beberapa bongkahan memori, bukan terdiri dari beberapa potong informasi. Dengan mengelompokkan potongan – potongan kecil informasi menjadi unit – unit yang lebih besar dan berarti, kita bisa mengingat informasi tersebut lebih baik (Wide, Tavis, 2008). Kita bisa mengetahui bahwa Irik menggunakan Sandi Auditorik  sebagai strategi untuk mengingat , yaitu penyandian kata – kata berupa stimulus suara dalam memori jangka pendek untuk selanjutnya di teruskan ke memori jangka panjang (Solso, Maclin,M Kimberli,2007).   Diantara ketiga jenis kata, observer mengatakan bahwa golongan kata ketigalah yang paling mudah diingat karena adanya hubungan antara kata yang berpasangan. Hal ini juga didukung dengan mudahnya kata – kata tersebut untuk digabungakan karena telah memiliki arti yang tidak asing bagi observed. Kata – kata tersebut juga  lebih familier bagi observed ketimbang  kata yang tak bermakna, atau bermakna tapi tidak berhubungan. Mudahnya pemanggilan informasi khususnya pemanggilan informasi pada jenis kata ketiga terlihat dari hasil observasi ketiga jenis kata yang diujikan menunjukkan hasil yang paling baik pada jenis kata ketiga daripada jenis kata pertama dan kedua. Adanya kata yang saling berhubungan dan pengaruh pengalaman masa lalu telah membantu dan memudahkan observed untuk mengingat kembali informasi tersebut (Fieldman, 2012) .
Lain halnya dengan observed ke-2
Observed ke-2 melakukan tes ketika pembacaan informasi pada observed pertama telah selesei dilakukan. Suasana yang dialami oleh observed ke-2 sama halnya dengan yang dialami oleh observed pertama, dalam keadaan bising sehingga kurangnya konsentrasi. Adanya fenomena Proaktive inhibition, fenomena ketika kemampuan mengingat dihambat oleh adanya hubungan sematik antara daftar yang sedang diingat dengan daftar sebelumnya juga menyebabkan observed kesulitan mengingat pasangan kata tersebut. Hal itu juga mempengaruhi ingatan pada informasi sebelumnya (Solso, Maclin,M Kimberli,2007).Observed juga mengalami fenomena “tip of tongue” yaitu ketidakmampuan untuk memanggil kembali informasi yang disadari – hasil dari kesulitan menarik kembali informasi dari memori jangka panjang (Fieldman, 2012). TOT  menyebabkan observed dapat mengingat aspek dari item tersebut , namun melupakan identitas utama item (Brown, 1991, Schware,1990) . Diantara ketiga jenis kata, observed ke-2 juga berpendapat bahwa pasangan kata yang mudah diingat adalah golongan ketiga karena pasangan kata tersebut memiliki makna dan saling berhubungan, kata seperti bapak – ibu, air- mancur. Pasangan kata tersebut adalah kata yang terasa familier ditelinga observed karena adanya pengalaman dimasa lalu yang telah dipelajari sebelumnya (Fieldman, 2012) . Hal – hal yang menyebabkan observed ke-2 lupa pada informasi yang disampaikan adalah karena kurangnya attensi ketika informasi tersebut dibacakan (Wide, Tavis, 2008). Observed ke-2 menggunakan strategi untuk mengingat informasi tersebut menggunakan emosi. Saat itu observed pertama memang mengalami masalah dengan kakaknya sehingga ketika ada pasangan kata yang menjurus pada “kakak” – kemudian “tanah” observed menggunakan emosi kemarahannya untuk mengingat kata tanah itu dengan mudah. Suatu informasi memang akan lebih mudah diingat apabila ada emosi yang menyertainya, ini karena emosi berhubungan langsung dengan amigdala yang cara kerjanya mengevaluasi informasi sensorik dan dengan cepat menentukan kemampuan emosionalnya (Wide, Tavis, 2008). Observed ke-2 juga menggunakan suatu aksi pada kata pertama untuk diberikan pada pasangan katanya, sebagai contoh “pisau” – “surat”, observed mengumpamakan pisau yang memberikan suatu aksi dengan memotong – motong surat tersebut. Pada jenis kata pertama dan kedua memang terasa sulit diingat karena kurangnya kekoherensian antara pasangan kata tersebut, sehingga cukup sulit untuk menggabungkan kedua pasangan kata menjadi sebuah arti yang mudah diingat. Namun hal yang menarik disini adalah bahwa observed kedua telah mengalami proses latihan dan pengulangan(rehearsal) sebelumnya karena terlebih dahulu telah melakukan tes pada observed pertama. Observed kedua menunjukkan hasil keseluruhan yang jauh lebih memuaskan daripada hasil yang didapat oleh observed  pertama karena adanya proses latihan ini. Hal ini membuktikan bahwa pengulangan dan proses belajar sangat berpengaruh pada tingkat penyampaian dan pemanggilan kembali informasi dari memori jangka panjang (Solso, Maclin,M Kimberli,2007).

V. KEGUNAAN SEHARI – HARI

Setelah  mengetahui bahwa proses penyampaian informasi sangat penting dan merupakan salahsatu hal yang vital bagi kita, tentu kita akan bisa belajar banyak dari  fungsi – fungsi memori sehingga dapat kita mengambil keuntungannya dalam kehidupan sehari – hari.
·                        Karena memori bersifat selektif : hanya menggambil informasi penting dan melupakan informasi yang tidak penting selamanya (Wide, Tavis, 2008).. Hal ini sangat membantu kita dalam kehidupan sehari – hari. Bayangkan ketika segala macam stimulus informasi yang ada di sekitar kita harus mengalami pengodean dan dimasukan ke memori jangka panjang, maka informasi penting yang harus kita ingat akan bercampur dengan informasi yang tidak berguna sehingga pemanggilan kembali informasi yang penting akan berlangsung sangat lama.
·                        Adanya memori juga membantu kita melakukan semua kegiatan sehari – hari seperti makan, tidur, mengingat nama orang, mengingat tempat, suatu kejadian menyenangkan, dan  hal – hal vital seperi buang air (Fieldman, 2012).
·                        Kemampuan memori untuk melupakan informasi juga dirasa penting. Hal – hal yang  menyakitkan, menakutkan atau ingatan traumatis yang pernah kita rasakan tentu saja ingin kita lupakan (motivated forgetting) (Wide, Tavis, 2008). . Ketika informasi tidak menyenangkan ini dapat kita lupakan, kita tidak akan merasa terbebani dengan informasi – informasi tersebut.

VI. REFERENSI

Fieldman, Robert S.Pengantar Psikologi.Jakarta: Salemba Humanika,2012.
Solsso, L Robert, dkk.Psikologi Kognitif.Jakarta:Erlangga,2007.
Wade, Carole, Carol Tavris.2008. Psikologi.Jakarta:Erlangga,2008.
Boeree, C. George.General Psychology:Psikologi Kepribadian, Persepsi, Kognisi, Emosi, &      Perilaku/C. Georde Boeree.Jakarta:Prismasophie,2008.



















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Psiko-edukasi (non training)

Pengalaman Tes PAPS UGM

Analisis Kasus Stan Berdasarkan Pendekatan Psikoanalisis